Selamat Datang di Blog ku, Enjoy in here | be a best person with physics | Jangan Lupa Isiin Buku Tamu nya yaak ^_^

Jumat, 29 April 2011

Langkah - langkah Menyelesaikan Rangkaian Arus dengan Hukum Kirchoff




1. Menentukan arah arus permisalan pada Loop

2.
positif I1 R1



3.
negatif -I2 R4

4.
negatif ( - E1)

5.
positif ( E2)

6. Apabila arus yang didapatkan negatif, berarti arah permisalan yang kita buat terbalik dengan arah arus sebenarnya.

READ MORE - Langkah - langkah Menyelesaikan Rangkaian Arus dengan Hukum Kirchoff
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Rabu, 27 April 2011

Aplikasi Gelombang Bunyi



Jika suatu saat Anda menyusuri suatu jalan desa di tengah musim kemarau, Anda akan mendengar bisikan lembut dari lebah, belalang, atau jangkrik. Bahkan jika lebih cermat, Anda dapat mendengarkan bunyi yang lebih lemah dan halus. Selain dapat mengeluarkan bunyi yang didengar manusia, serangga-serangga juga dapat memperdengarkan bunyi lain yang tidak tertangkap oleh telinga manusia. Bunyi tersebut dinamakan bunyi ultrasonik. Telinga manusia normal hanya dapat menangkap bunyi yang mempunyai frekuensi 20 Hz hingga 20.000 Hz. Perbedaan antara gelombang ultrasonik dan gelombang bunyi biasa adalah frekuensinya. Bunyi ultrasonik yang akan kita bahas mempunyai frekuensi di atas 20.000 Hz. 

Gelombang ultrasonik dimanfaatkan oleh para ahli dalam sistem pengujian tidak merusak (NDT – non destructive testing). Sistem pengujian itu banyak digunakan dalam dunia industri dan medis.

1. Penggunaan dalam industri

Suatu alat yang bernama reflektoskop digunakan untuk mendeteksi cacat yang terkandung dalam besi tulang. Cacat pada pelek ban mobil diperiksa dengan menggunakan alat ini. Gelombang ultrasonik juga digunakan untuk mempercepat beberapa reaksi kimia. Getaran kuat pada gelombang ultrasonik juga digunakan untuk menggugurkan ikatan antara partikel kotoran dan bahan kain serta menggtarkan debu yang melekat hingga lepas.


Gambar . Reflektoskop Ultra

2. Penggunaan dalam medis
Ultrasonik digunakan untuk mengamati cacat-cacat dalam jaringan hidup. Sifat reflektif jaringan normal dan jaringan abnormal cukup jelas untuk dibedakan secara ultrasonik. Alat diagnosis dengan ultrasonik digunakan untuk menemukan beberapa penyakit berbahaya di dada atau payudara, hati, otak, dan beberapa organ lainnya. Pengamatan ultrasonik pada seorang wanita hamil memperlihatkan janin di uterus.



Gambar. Janin dalam perut ibunya

3. Menduga kedalam laut
Selain digunakan pada dunia industri dan medis, gelombang ultrasonik digunakan pada dunia kelautan. Untuk menduga kedalaman laut digunakan alat yang dinamakan sonar. Sonar menghasilkan gelombang suara yang dikirim dari suatu piranti dan dipantulkan kembali oleh dasar samudra. Alat ini juga digunakan untuk menemukan letak suatu benda yang berada dibawah permukaan laut.


Gambar . Menduga kedalaman laut
READ MORE - Aplikasi Gelombang Bunyi
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Pemusingan | Dinamika Rotasi



Suatu alat yang berguna dalam menggambarkan dengan baik aspek dinamika dan gerak melingkar adalah mesin pemusing , atau pemusing ultra dengan laju yang sangat tinggi. Alat ini digunakan untuk mengendapkan materi dengan cepat atau untuk memisahkan berbagai materi dengan karakteristik yang berbeda-beda. Tabung uji atau wadah lainnya dipasang pada baling-baling pemusing; yang dipercepat sampai laju rotasi yang sangat tinggi; lihat Gambar . 1 , dimana satu tabung uji ditunjukkan dengan dua posisi yang menggambarkan partikel yang kecil, mungkin sebuah makromolekul, pada tabung uji yang dipenuhi dengan fluida. Ketika tabung berada pada posisi A baling – baling berputar, partikel ini mempunyai kecendrungan untuk bergerak pada garis lurus dengan arah tanda panah yang terputus-putus pada gambar. Tetapi fluida, yang menahan gerak partikel, memberi gaya sentripetal yang mempertahankan


Gambar. 1 : Tabung uji rotasi dalam sebuah mesin pemusing (tampak atas). Tabung digambarkan pada dua posisi. Pada A, titik kecil menyatakan sebuah makro molekul atau partikel lainnya yang diendapkan. Partikel itu cendrung akan bergerak sepanjang garis terputus-putus menuju dasar tabung tetapi cairan menahan gerak ini dengan memberikan gaya pada partikel sebagaimana ditunjukkan pada titik B.


agar partikel tetap bergerak dalam jalur yang hampir berupa lingkaran. Biasanya, hambatan fluida (yang mungkin merupakan cairan, gas, atau gel, bergantung pada jenis aplikasi) tidak sama persis dengan mv2/r , dan partikel itu pada akhirnya mencapai dasar tabung. Jika partikel-partikel mengendap dalam medium yang semi-keras seperti gel, dan rotasi diberhentikan sebelum partikel mencapai dasar tabung, partikel-partikel itu akan dipisahkan menurut ukuran atau faktor-faktor lain yang mempengaruhi mobilitasnya. Jika partikel-partikel mencapai dasar tabung, maka dasar tabung memberikan gaya yang mempertahankan gerak partikel dalam lingkaran. Bahkan, dasar tabung harus memberikan gaya pada seluruh fluida dalam tabung, untuk membuatnya tetap bergerak dalam lingkaran. Jika tabung tidak cukup kuat untuk memberikan gaya ini, tabung itu akan pecah.

Jenis bahan yang ditempatkan dalam mesin pemusing adalah yang tidak mengendap atau terpisah dengan cepat di bawah pengaruh gravitasi. Tujuan dipakainya mesin pemusing adalah untuk memberikan “gravitasi efektif” yang lebih besar daripada gravitasi normal karena laju rotasi yang tinggi, sehingga partikel-partikel bergerak ke bagian bawah tabung dengan lebih cepat.
READ MORE - Pemusingan | Dinamika Rotasi
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Minggu, 24 April 2011

Pengertian Variabel dan Jenis - jenis Variabel



Pengertian
Perhatian utama penelitian pendidikan terletak pada pembahasan dan analisis terhadap hasil-hasil pengukuran. Pembahasan hasil penelitian ini akan menjadi lebih efektif apabila peneliti memiliki kriteria yang tepat terhadap hasil. Kriteria ini berupa batasan operasional tentang hasil. Batasan operasional ini adalah suatu bukti tentang variabel-variabel yang diteliti dan akan diterima oleh peneliti.
Variabel atau faktor penelitian memiliki peranan sangat penting dalam suatu penelitian pendidikan. Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Ada juga yang menganggap variabel sebagai gejala sesuatu yang bervariasi.

Variabel penelitian dibedakan menjadi:
1. Variabel bebas atau variabel penyebab (independent variables)
Variabel bebas adalah variabel yang menyebabkan atau memengaruhi, yaitu faktor-faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi atau diamati.

2. Variabel terikat atau variabel tergantung (dependent variables).
Variabel terikat adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul, atau tidak muncul, atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti.
Contoh:
Jika seorang peneliti ingin mengkaji hubungan antara dua variabel, misalnya variabel waktu untuk belajar (A) dan prestasi belajarnya (B), maka pertanyaan atau masalah yang diajukan , “Bagaimanakah prestasi belajar yang dicapai apabila waktu yang dipakai untuk belajar lebih banyak atau lebih sedikit?”
Banyak sedikitnya waktu belajar yang dipakai oleh pebelajar diidentifikasikan sebagai variabel bebas, sedangkan prestasi belajar sebagai variabel terikat. Variabel ini (waktu belajar) dimanipulasi atau diubah untuk menyebabkan terjadinya perubahan pada variabel lainnya (prestasi belajar).

3. Variabel Moderator
Variabel moderator adalah faktor-faktor atau aspek-aspek yang diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan apakah variabel tersebut mengubah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Contoh:
Hipotesis : Kecermatan membaca siswa perempuan lebih baik daripada siswa laki-laki setelah mereka mendapat pembelajaran membaca cepat dan lambat.
Variabel bebas : pembelajaran membaca cepat dan lambat
Variabel moderator : siswa perempuan dan laki-laki
Variabel terikat : kecermatan

4. Variabel Kontrol
Variabel yang dinetralisasi yang diidentifikasi sebagai variabel kontrol atau kendali, atau variabel kontrol adalah variabel yang diusahakan untuk dinetralisasi oleh peneliti. Dalam penelitian di samping strategi pembelajaran dan tingkat kecerdasan, peneliti juga mempertimbangkan tingkat usia, misalnya kelompok umur tertentu, maka umur dalam penelitia ini dianggap sebagai variabel kendali.

5. Variabel intervening
Adalah yang tidak pernah diamati dan hanya disimpulkan berdasarkan pada variabel terikat dan bebas.
Contoh:
Hipotesis: Pada siswa yang memiliki minat yang meningkat terhadap tugas yang diberikan, unjuk kerja terhadap tugas yang diukur meningkat.
Variabel bebas : minat terhadap tugas
Variabel intervening : belajar
Variabel terikat : unjuk kerja tugas
READ MORE - Pengertian Variabel dan Jenis - jenis Variabel
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Rabu, 20 April 2011

Menghitung Laju Cahaya



Usaha serius pertama untuk mengukur laju cahaya dilakukan oleh Galileo dengan mencoba mengukur waktu yang dibutuhkan cahaya untuk menempuh lintasan tertentu antara dua puncak bukit, yang jaraknya telah diketahui. Ia mendapatkan seorang asisten di satu puncak, dan dia sendiri berada di puncak yang lain, dan memerintahkan asistennya untuk mengangkat tutup lampu pada saat ia melihat cahaya dan saat ia menerima cahaya dari lampu asistennya. Waktu yang terukur demikian singkat sehingga Galileo menyimpulkannya lebih sebagai waktu reaksi manusia,dan bahwa laju cahaya pasti sangat tinggi.

Keberhasilan pertama dalam memastikan bahwa laju cahaya itu berhingga dibuat oleh seorang astronom Denmark, Ole Roemer (1644-1710). Roemer mencatat bahwa pengukuran yang seksama terhadap periode Io, salah satu satelit Jupiter (periode rata-ratanya 42,5 jam untuk mengorbit Jupiter 1 kali), mengalami perubahan kecil, tergantung pada gerakan relatif antara Bumi dan Jupiter. Ketika bumi begerak menjauhi Jupiter, periode satelit tersebut sedikit lebih panjang, dan ketika bumi bergerak mendekati Jupiter, periode satelit tersebut sedikit memendek. Ia mencatat perbedaan ini sebagai tambahan waktu yang dibutuhkan cahaya untuk menempuh pertambahan waktu yang dibutuhkan untuk menempuh pertambahan waktu tempuh cahaya ketika kedua planet tersebut saling mendepat. Roemer menyimpulkan bahwa laju cahaya itu – walaupun sangat besar – terhingga.

Sejak itu sejumlah teknik digunakan untuk mengukur laju cahaya. Yang terpenting di antaranya adalah yang digunakan oleh ilmuan Amerika, Albert A. Michelson (1852-1931). Michelson menggunakan perangkat cermin putar yang tergambar di gambar A untuk melakukan serentetan eksperimen berketelitian tinggi yang dilakukaknnya dari tahun 1880 hingga 1920-an. Cahaya dari suatu sumber diarahkan ke salah satu permukaan carmin-putar bersegi delapan. Cahaya pantul merambat menuju cermin diam yang berada pada jarak yang jauh dan kembali lagi seperti terlihat pada gambar. Jika cermin putar berputar dengan kelajuan yang tepat, berkas sinar baliknya akan dipantulkan oleh salah satu permukaan cermin menuju teleskop kecil tempat pengamat. Jika kecepatan putaran berbeda sedikit saja, cahaya akan menyimpang dan tidak terlihat oleh pengamat. Dari kecepatan yang diperlukan oleh cermin putar dan jarak terhadap cermin diam, laju cahya dapat dihitung. Di tahun 1920-an, michelson memasang cermin putar tersebut di puncak gunung Wilson di Kalifornia Selatan dan cermin diamnya di gunung Baldy (gunung San Antonio) yang berjarak 35 km. Kemudian ia mengukur laju cahaya di dalam ruang hampa dengan menggunakan tabung hampa yang panjang.
gambar A :



Nilai yang diterima saat ini untuk laju cahaya c , diruang hampa adalah c = 2,99792458 x 108 m/s.
Kita bisa membulatkan nilai ini menjadi c = 3 x 108 m/s.
Jika kita tidak membutuhkan hasil dengan ketelitian ekstrim. Di udara, kecepatannya hanya berkurang sedikit sekali.
READ MORE - Menghitung Laju Cahaya
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Alat Pacu Jantung



Penggunaan yang menarik dari rangkaian RC (Resistor Kapasitor) adalah pada pacu jantung elektronik, yang bisa membuat jantung yang berhenti mulai berdetak kembali dengan memberikan rangsangan listrik melalui elektroda yang dipasang didada. Rangsangan dapat diulang dengan kecepatan jantung normal jika diperlukan.

Jantung itu sendiri berisi pacu jantung, yang mengirimkan pulsa listrik kecil dengan kecepatan 60 sampai 80 per menit. Pulsa ini merupakan sinyal yang menyebakan mulainya setiap detak jantung. Dalam beberapa bentuk penyakit jantung, sel-sel pacu jantung gagal berfungsi dengan baik, dan jantung kehilangan detaknya. Orang yang menderita penyakit ini sekarang umumnya menggunakan pacu jantung elektronik. Peralatan ini menghasilkan pulsa tegangan reguler yang memulai dan mengendalikan frekuensi detak jantung. Jenis “kecepatan tetap” menghasilkan sinyal secara kontinu. Jenis “tuntutan” hanya bekerja jika pacu jantung asli gagal. Elektroda dipasang di dalam atau di dekat jantung dan rangkaian biasanya berisi sebuah kapasitor dan sebuah resistor. Muatan pada kapasitor bertambah sampai suatu nilai tertentu dan kemudian melepaskan muatannya. Kemudian pemuatan dimulai lagi. Kecepatan pulsa bergantung pada nilai R dan C. Umumnya, sumber daya berupa baterai yang harus diganti atau dimuati kembali, bergantung pada jenisnya. Beberapa pacu jantung mendapatkan energi dari panas yang dihasilkan oleh elemen radioaktif, energi panas diubah menjadi listrik oleh termokopel.
READ MORE - Alat Pacu Jantung
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Penerapan Prinsip Bernoulli



1. Kebocoran pada tangki





dengan :
v = kecepatan semburan air (m/s)
h1 = ketinggian air dari permukaan tanah (m)
h2 = ketinggian lubang dari permukaan tanah (m)
h = h1 - h2
x = jarak mendatar semburan (m)

2. Gaya angkat pesawat
Sayap pesawat menggunakan prinsip kerja Bernoulli. Kecepatan udara di atas pesawat lebih besar dari kecepatan pesawat dibawah sayap sehingga tekanan di bawah sayap lebih besar dari tekanan di atas sayap. Hal ini menyebabkan ada gaya angkat ke atas sehingga pesawat dapat mengudara.

3. Venturimeter
Venturimeter adalah alat yang dipasang dalam suatu pipa aliran untuk mengukur volume zat cair yang melalui pipa tiap detik. Venturimeter terdiri dari venturimeter tanpa manometer dan venturimeter dengan manometer. Manometer adalah tabung U yang diisi dengan zat cair yang berbeda dengan zat cair yang mengalir melalui vanturimeter.

4. Pipa pitot
Pipa pitot digunakan untuk mengukur kecepatan zat cair di sutu titik pada zat tersebut.

5. Penyemprot parfum dan racun serangga
Semburan udara yang bergerak cepat di atas mulut tabung akan menurunkan tekanan di tempat tersebut sehingga tekanan zat cair dalam tabung akan menekan zat cair keluar melalui tabung dan zat cair tersembur ke udara.
READ MORE - Penerapan Prinsip Bernoulli
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Isaac Newton



Sir isaac Newton adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, dan teolog yang berasal dari Inggris. Ia merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu Fisika klasik. Karya bukunya Philosophie Naturalis Principia Mathematica yang diterbitakan pada 1687 dianggap sebagai buku paling berpengaruh sepanjang sejarah sains. Dalam karyanya ini, Newton menjabarkan hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang mendominasi pandangan sains mengenai alam semesta selama tiga abad. Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di Bumi dan benda-benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum-hukum alam yang sama. Ia membuktikannya dengan menunjukkan konsistensi antara hukum gerak planet Kepler dengan teori gravitasinya. Karyanya ini akhirnya menyirnakan keraguan para ilmuan akan heliosentris dan memajukan revolusi ilmiah.
READ MORE - Isaac Newton
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Selasa, 19 April 2011

Ciri-ciri batuan beku, sedimen, dan malihan



Menurut proses terjadinya batuan dapat digolongkan menjadi 3 yaitu, batuan beku, batuan endapan, dan batuan malihan.

1. Batuan Beku
Bstuan beku adalah batuan cair pijar atau magma dari dalam bumi yang membeku. Berdasarkan tempat prosesmembekunya batuan-batuan beku tersebut terdiri atas :
- Batuan dalam, membeku secara perlahan-lahan di dalam
- Batuan korok, membeku di daerah korok
- Batuan leleran, membeku secara tiba-tiba di permukaan bumi

Batuan beku dibedakan berdasarkan sifat kimiawinya yaitu :
- Batuan asam, mengandung banyak asam salisilat merupakan senyawa silikon dan oksida, mengandung kwarsa berwarna keputih-putihan
- Batuan basa, kadar asam salisilatnya rendah banyak mengandung magnesium dan besi, warnanya gelap/hitam

Batuan dalam yang asam disebut granit,
batuan dalam yang basa disebut diabas. Batuan dalam yang kadar asam salisilatnya sedang (batuan menengah) disebut diorit, batuan leleran yang asam disebut liparit, dan batuan leleran yang basa disebut basal. Batuan leleran yang kadar asam salisilatnya sedang disebut andesit.


2. Batuan endapan
Batuan endapan (sedimen)terjadi dari perombakan batua lain atau proses kimia. Batuan endapan dapat mengalami proses pengerasan sehingga terbentuk bahan endapan (sedimen) yang membatu. Proses pengerasan ini dapat terjadi karena adanya zat perekat berupa asam salisilat, kalsium karbonat, atau oksida besi.
Macam-macam batuan endapan adalah sbb :
- Konglomerat, bahan pembentuknya butir-butir kasar
- Rampit, sebutan konglomerat oleh rakyat didaerah pertambangan intan Kalimantan Selatan
- Breksi, butir-butir bahan pembentuk tidak bundar, melainkan bersudut
- Batu pasir, pasir yang telah membatu
- Batu lanau, lanau yang telah membatu
- Batu lempung/serpih, lempung yang telah membatu
- Kapur, sejenis batu gamping yang lunak bahan pembentuk dari cangkang binatang protozoa (globigerina)
- Travertin, batu gamping yang terjadi dari pengendapan secara kimia di dekar mata air panas. Travertin yang terkenal terdapat di Karipan kabupaten Tangerang.

3. Batuan Malihan atau metamorfosis
Batuan yang mengalami perubahan bentuk dan jenis atau mengalami metamorfosis, karena adanya tekanan berat, bertambahnya suhu dan waktu yang cukup lama. Contoh batuan malihan adalah pualam (marmer) yang berasal dari batu gamping yang mengalami proses malihan, sabak atau batu tulis berasal dari serpih, dan grafit berasal dari karbon.
READ MORE - Ciri-ciri batuan beku, sedimen, dan malihan
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Prinsip Kerja Radio



Dulu, radio sering disebut "si tanpa kabel" karena memakai gelombang tak tampak untuk mengirim berita ke tempat lain. Selain digunakan pada radio, gelombang radio digunakan pula pada remote control. Pada radio kontrol, gelombang radio membawa pulsa penggerak mobil dan pesawat model. Di antariksa juga ada gelombang radio alami yang digunakan oleh astronom untuk meneliti galaksi, supernova dan objek lain yang jauh dari bumi.

Pada rangkaian radio pemancar, variasi yang cepat pada arus listrik menimbulkan gelombang radio yang merambat ke radio penerima. Ketika mengenai antena logam radio, gelombang radio menghasilkan osilasi arus listrik kecil dalam antena. Menyetel radio berarti memilih frekuensi tertentu dari arus tersebut pada rangkaian elektronik, sesuai dengan saluran radio yang dipilih. Sinyal ini diperkuat dan disalurkan ke pengeras suara yang mengubahnya menjadi gelombang suara.
READ MORE - Prinsip Kerja Radio
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Senin, 18 April 2011

Magnetically Levitated (MagLev)



Dalam superkonduktor tidak terdapat hambatan yang menghalangi aliran muatan listrik. Oleh karena itu, tidak ada energi yang terbuang meskipun arus sangat besar. Elektromagnet yang menggunakan gulungan superkonduktor dapat menghasilkan medan magnet yang sangat kuat dan juga ekonomis. Di Fermilab dekat Chacigo, elekromagnet telah memberikan keuntungan bagi labolatoriumtersebut karena penggunaan listrik yang sebelumnya boros dan mahal menjadi murah dan efisien.
Aplikasi dari elektromagnet superkonduktor adalah penemuan kendaraan maglev atau "magnetically levitated".
Pada gambar diperlihatkan bentu dari kendaraan maglev. Maglev memanfaatkan komponen superkonduktor dan medan magnet. Kendaraan ini akan bergerak sekitar 6 inci atau 15cm di atas rel.
READ MORE - Magnetically Levitated (MagLev)
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Kapasitansi Kapasitor dan Keyboard



Sepuluh atau lima belas tahun yang lalu, kapasitansi kapasitor sebesar 1 µF adalah hal biasa. Sekarang ada kapasitor yang kapasitansinya 1 F atau 2 F. Secara fisik bentuknya kecil, hanya beberapa centimeter. Contohnya, pada rangkaian power supply di komputer atau VCR yang digunakan untuk mengatur waktu dan penanggalan.Kapasitor digunakan karena dapat mengganti peran baterai bahkan 100000 kali lebih baik sehingga waktu dan tanggal yang tertera tidak akan mengalami kesalahan. Bagaimanakah cara mebuat kapasitor dengan kapasitas yang besar ? Caranya adalah dengan menggunakan bahan karbon yang memiliki daya serap tinggi sehingga akan mengakibatkan luas plat menjadi besar. Sepersepuluh gram karbon memiliki luas area 100 m2. Selanjutnya, terdapat muatan yang besarnya sama, tetapi berlawanan dimana muatan positif berada di plat karbon dan muatan negatif berada di plat sama sulfur dengan jarak sekitar 10^-9 m sehingga besar kapasitansi dari 0,1 gr karbon adalah 0,885 F.
Keyboard pada komputer juga menggunakan konsep kapasitansi kapasitor.

Setiap tombol dihubungkan dengan plat bagian atas kapasitor. Ketika plat bagian atas ditekan, mengakibatkan jarak kapasitor berkurang sehingga akan meningkatkan kapasitansinya. Perubahan kapasitansi ini akan menjadi sinyal listrik sehingga akan terdeteksi oleh rangkaian listrik dalam komputer.
READ MORE - Kapasitansi Kapasitor dan Keyboard
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Berupa Apakah Inti Bumi Itu ?



Gelombang transversal dan gelombang longitudinal dihasilkan ketika terjadi getaran gempa Bumi. Gelombang transversal bergerak di dalam kerak Bumi dan disebut sebagai gelombang S. Adapun gelombang longitudinal disebut gelombang P. Kedua gelombang tersebut (gel transversal dan gel longitudinal) dapat bergerak dalam zat padat. Hal inidisebabkan atom atau molekul dalam zat padat bergetar dalam setiap posisi atom atau molekul. Akan tetapi, pada zat cair hanya gelombang longitudinal yang dapat menyebar. Hal ini karena sifat zat cair yang mengalir sehingga zat cair tidak dapat memberikan gaya balik yang dibutuhkan oleh gelombang transversal untuk bergetar. Gelombang transversal akan menghilang ketika zat cair berubah bentuk. Fakta inilah yang digunakan para ahli Geofisika untuk menyimpulkan bahwa inti Bumi adalah berupa cairan. Hal tersebut merupakan kesimpulan dari beberapa percobaan, yaitu ketika dua buah gelombang (longitudinal dan trasversal) dilewatkan pada inti Bumi, hanya gelombang longitudinal yang terdeteksi.
READ MORE - Berupa Apakah Inti Bumi Itu ?
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Minggu, 17 April 2011

Mengapa Gelombang Laut Tidak Menyebabkan Banjir pada Daerah Pantai ?



Gelombang laut (ombak) bergerak menuju pantai, satu gelombang disusul oleh gelombang lainnya, siang dan malam terus-menerus. Mengapa daerah pantai tidak banjir ? Seperti yang kita tahu bahwa materi-materi dalam medium tidak ikut merambat bersama gelombang. Karena itulah gelombang laut secara nyata tidak membawa air laut (sebagai medium) untuk merambat bersamanya. Selama gelombang laut merambat ke pantai, walau tampak seolah-olah air laut itu sendiri yang bergerak maju ke pantai, tetapi sesungguhnya tidak. Air laut hanya bergerak naik turun, sehingga air laut tidak menyebabkan banjir pada daerah pantai. Mengapa kadang-kadang kita melihat kertas atau plastik terbawa oleh gelombang laut (ombak) ke tepi pantai ? Gerak mendatar dari kertas atau plastik di sini tidak disebabkan oleh gelombang laut, tetapi oleh tiupan angin yang memberi resultan gaya pada kertas yang berarah mendatar ke tepi pantai. 
READ MORE - Mengapa Gelombang Laut Tidak Menyebabkan Banjir pada Daerah Pantai ?
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

G.A Siwabessy: Bapak Atom Indonesia



Gerrit Augustinus Siwabessy terlahir sebagai bungsu dari empat bersaudara pada 19 Agustus 1914 di Pulau Saparua. Sepak terjangnya memberikan kontribusi yang nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dari ujung barat hingga timur Nusantara. Siwabessy muda mendalami ilmu radiologi yang merupakan perpaduan cabang ilmu Kedokteran dan Ilmu Fisika. Bidang yang dikuasainya antara lain radiologi, radioterapi, dan pengetahuan dasar bidang atom. Ia lalu memperoleh beasiswa dari British Council, Universitas London. Sekembalinya dari London Siwabessy mendirikan Lembaga Radiologi Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan dipercaya memegang tugas penting lainnya sebagai Guru Besar UI dan konsultan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto.


Sementara itu, serangan bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki pada agustus 1945 membuat Jepang bertekuk lutut AS. Dahsyatnya energi atom ini membuat negara-negara maju berlomba-lomba mengembangkan senjata atom. Aktivitas ini tentu menimbulkan kekhawatiran negara lain, termasuk Indonesia. Pasalnya debu radioaktif dikhawatirkan akan menimbulkan bahaya bagi lingkungan. Presiden Soekarno lalu menunjuk Lembaga Radiologi Departemen Kesehatan yang dipimpin oleh Siwabessy untuk mengatasi masalah ini. Dan pada tahun 1958 Siwabessy ditunjuk untuk memimpin Lembaga Tenaga Atom yang meneruskan penelitian radioaktif di Indonesia. Selain itu negara juga memandang perlu agar didirikan fakultas yang mempelajari ilmu dasar di bidang Fisika, Kimia, dan Matematika untuk menghasilkan tenaga ahli. Tahun 1965 Presiden Soekarno meresmikan berdirinya Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), dan Siwabessy sebagai Direktur jenderal BATAN pertama. Atas jasanya, nama Siwabessy dijadikan sebagai nama reaktor penelitian terbesar di Asia Tenggara, terletak di kawasan BATAN-Puspiptek Serpong yang mulai beroperasi sejak 1987. 
READ MORE - G.A Siwabessy: Bapak Atom Indonesia
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Begini Caranya Memilih Mana Telur Busuk dan Telur Baru!




Telur busuk dan telur baru jika ditenggelamkan dalam air segar, maka telur busuk akan mengapung karena massa jenis telur busuk lebih kecil dari air disebabkan bagian putih dan kuning telurnya mengering sehingga lebih ringan, sedangkan telur baru, massa jenisnya lebih besar dari air sehingga akan tenggelam jika dicelupkan kedalam air. 
READ MORE - Begini Caranya Memilih Mana Telur Busuk dan Telur Baru!
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Mengapa Air di Gunung Lebih Cepat Mendidih Dibandingakn di Pantai?



Hal ini dipengaruhi oleh tekanan udara. Titik didih air 1000C adalah pada tekanan 1 atm. Tekanan udara didaratan rendah lebih tinggidibanding tekanan udara di pegunungan.
Tekanan udara dipengaruhi oleh kerapatan udara juga. Jika tekanan udara besar maka kerapatan udara menjadi besar pula. Jadi air akan cepat mendidih di daerah pegunungan daripada di pantai dikarenakan titik didih di pengunungan < 1000C. 
READ MORE - Mengapa Air di Gunung Lebih Cepat Mendidih Dibandingakn di Pantai?
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Komet Halley



 Komet Halley adalah suatu komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun, Komet ini ditemukan oleh Edmund Halley. Komet ini merupakan komet paling terkenal di antara komet-komet periodik lainnya. Walaupun pada setiap abad banyak komet berperiode panjang yang  muncul dengan lebih terang dan dahsyat, Halley adalah satu-satunya komet dengan periode pendek yang tampak dengan mata telanjang, dan karenanya merupakan komet yang tampak dengan mata telanjang yang pasti kembali dalam rentang umur manusia. Komet Halley terakhir muncul di tata surya pada tahun 1986, dan akan muncul kembali pada pertengahan 2061. 
READ MORE - Komet Halley
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Mengapa Astronot Mengapung di Pesawat Luar Angkasa ?



Pecepatan gravitasi bumi berbanding terbalik dengan jarak benda terhadap pusat massa bumi sehingga semakin jauh suatu benda terhadap bumi maka percepatan gravitasinya semakin kecil. Oleh karena itu, astronot akan mengapung jika berada di pesawat luar angkasa.
READ MORE - Mengapa Astronot Mengapung di Pesawat Luar Angkasa ?
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Mengapa Lampu Neon Lebih Terang dan Lebih Hemat dari Lampu Bohlam ?



Jika lampu bohlan dan lampu neon dengan daya yang sama menyala maka lampu neon akan menyala lebih terang dari lampu bohlam. Hal ini karena bohlan memakai daya listrik lebih besar dibandingkan neon karena cara kerja bohlam adalah memanaskan filament di dalam bohlam sampai berpijar dan menghasilkan cahaya. Sehingga energi yang dipancarkan kembali oleh bohlam selain energi cahaya, juga berupa energi panas yang sebenarnya tidak diperlukan. Hal inilah yang menyebabkan bohlam menjadi boros energi. Sedangkan lampu neon bekerja dengan cara memancarkan elektron ke dalam tabung yang menyebabkan atom-atom media gas di dalam tabung berpendar dan melepaskan energi cahaya. Lampu neon lebih hemat energi karena tidak terjadi hubungan langsung  antara kutub positif dan negatif untuk membuat filament berpijar dan menghasilkan cahaya, tidak seperti yang terjadi pada cara kerja lampu bohlam. Cahaya yang dihasilkan oleh lampu neon juga lebih terag dibandingkan dengan cahaya lampu pijar. 
READ MORE - Mengapa Lampu Neon Lebih Terang dan Lebih Hemat dari Lampu Bohlam ?
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Roket




Pada awal perkembangannya, roket digerakkan dari hasil pembakaran bahan bakar minyak gas dan oksigen cair untuk menghasilkan gas panas yang meledak ke bawah dan mendorong roket ke atas. Berdasarkan prinsip hukum kekekalan momentum, gerak roket terjadi karena roket memperoleh momentum dengan arah yang berlawanan terhadap arah semburan gas.
READ MORE - Roket
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Pembangkit Listrik Tenaga Air



Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pembangkit yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan ini biasa disebut sebagai hidroelektrik. Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari air. Namun, secara luas, pembangkit listrik tenaga air tidak hanya terbatas pada air dari sebuah waduk atau air terjun, melainkan tenaga air dalam bentuk lain seperti tenaga ombak. 
READ MORE - Pembangkit Listrik Tenaga Air
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Mengapa Es Terapung di Dalam Air ?



Kerapatan es sekitar 0,92 gr/ml dan kerapatan air sekitar 1,00 gr/ml pada 0 derajat C. Ini berarti es lebih ringan dibandingkan dengan air sehingga es akan terapung jika berada dalam air.
READ MORE - Mengapa Es Terapung di Dalam Air ?
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Mengapa Kita Terpeleset di Lantai Licin ?



Jika kita berjalan di atas lantai kasar, akan ada gaya gesek antara permukaan lantai dengan kaki sehingga kita bisa berjalan tanpa terpeleset. jika lantai licin gaya gesek akan sangat kecil sekali atau hampir tidak ada. oleh karena itulah, di lantai kita jadi gampang terpeleset. 
READ MORE - Mengapa Kita Terpeleset di Lantai Licin ?
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Besaran dan Satuan Massa



Massa adalah besaran pokok yang menyatakan kuantitas zat yang dikandung. Satuan SI massa adalah kilogram (kg) yang pada awalnya didefinisikan sebagai volume sejumlah air. Namun, sekarang 1 kg dinyatakan dengan satuan standar berbentuk silinder dan terbuat dari logam platina iridium dan disimpan di Sevres, Paris bersama dengan standar panjang 1m. 
READ MORE - Besaran dan Satuan Massa
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Trik Membaca Skala Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup:



  1. Tentukan angka yang ditunjukkan skala utama yang tepat terbaca sebelum angka nol skala nonius untuk Jangka sorong atau sebelum batas antara skala utama dengan nonius untuk Mikrometer sekrup 
  2. Tentukan angka dari skala nonius yang berimpit atau segaris dengan skala utama, kemudian kalikan dengan angka ketelitian alatnya
  3.  Jumlahkan angka yang diperoleh dari skala utama dan skala nonius
READ MORE - Trik Membaca Skala Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup:
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

MASALAH, MERUMUSKAN MASALAH, dan CONTOH RUMUSAN MASALAH



A. MASALAH
Seperti telah dikemukakan bahwa pada dasarnya penelitian itu dilakukan dengan
tujuan untuk mendapatkan data yang antara lain dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Untuk itu setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari masalah. Seperti dinyatakan oleh Emory ( 1985 ) bahwa, baik penelitian murni maupun terapan, semuanya berangkat dari masalah, hanya untuk penelitian terapan hasilnya langsung dapat digunakan untuk membuat keputusan.
Jadi setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari masalah, walaupun diakui bahwa memilih masalah penelitian sering merupakan hal yang paling sulit dalam proses penelitian ( Tuckman, 198 ).
Masalah adalah kesenjangan (discrepancy) antara apa yang seharusnya (harapan) dengan apa yang ada dalam kenyataan sekarang. Kesenjangan tersebut dapat mengacu ke ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, politik, sosial budaya, pendidikan dan lain sebagainya. Penelitian diharapkan mampu mengantisipasi kesenjangan-kesenjangan tersebut. Masalah yang perlu dijawab melalui penelitian cukup banyak dan bervariasi misalnya masalah dalam bidang pendidikan saja dapat dikategorikan menjadi beberapa sudut tinjauan yaitu masalah kualitas, pemerataan, relevansi dan efisiensi pendidikan (Riyanto, 2001:1) Salah satu jenis penelitian dalam bidang pendidikan adalah peneltian tindakan, yang dilakukan dengan menerapkan metode-metode pengajaran ketika proses belajar berlangsung di kelas dengan harapan meningkatkan prestasi belajar siswa.
Peneliti dalam penelitian tindakan ialah melakukan identifikasi dan membuat perumusan masalah yang memungkinkan diteliti lewat penelitian tindakan (Depdikbud, 1999:11). Lebih lanjut dikemukakan bahwa kedudukan perumusan atau formulasi masalah penelitian merupakan suatu langkah awal yang menentukan keberhasilan langkah-langkah selanjutnya. Orang menyatakan bahwa jika peneliti berhasil merumuskan masalah penelitian dengan baik dan benar, berarti ia telah melampaui separo jalan. Dengan rumusan masalah yang jelas dan tajam, maka peneliti akan mampu meletakkan dasar teori dan atau kerangka konseptual pemecahan masalah, hipotesis tindakan akan dapat dirumuskan karena berdasarkan rumusan masalah dapat diidentifikasi dan ditetapkan alternatif solusinya atau tindakan tepat yang perlu dilakukan. Demikian pula data apa yang harus dikumpulkan untuk mengkaji atau sebagai bahan refleksi atas tindakan yang telah dan sedang dilakukan untuk memperbaiki, meningkatkan dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik sesuai dengan apa yang diharapkannya dalam penelitian tindakan.

Perlu disadari bahwa masalah penelitian tindakan mempunyai ciri atau karakteristik yang berbeda dengan penelitian konvensional yang biasa dilakukan para peneliti pendidikan di perguruan tinggi. Peneliti tidak berada di luar apa yang diteliti, tetapi berada di dalamnya (as an inquiry on practice from within), di mana guru sebagai peneliti terlibat langsung dalam pelaksanaan penelitian tindakan. Oleh karena itu, diharapkan dengan memilih masalah yang tepat, guru sebagai peneliti selain dapat melakukan perbaikan, peningkatan dan atau perubahan proses pembelajaran yang lebih baik, berdampak pula terhadap diri guru, yaitu menumbuhkan sikap dan kemauan untuk selalu berupaya memperbaiki, meningkatkan dan melakukan perubahan atau timbulnya budaya berdinamika dan menimbulkan budaya untuk meneliti atau menjadikan dirinya sebagai guru peneliti (teacher as researcher in his/ her classroom).

B. SUMBER MASALAH
Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan
apa yang benar – benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan. Stonner ( 1982 ) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan, dan kompetensi.
Jika masalah penelitian konvensional peneliti dapat diperoleh dari bahan bacaan, laporan penelitian, makalah, diskusi dan lain sebagainya, dan pencarian dilakukan secara induktif-deduktif, maka masalah penelitian tindakan harus bersumber dari guru sendiri. Harus merupakan hasil refleksi atau masalahnya sendiri dan bukan berasal dan orang lain, misalnya lembaga riset.
Hopkins (dalam Wiriaatmadja, 2007:80), mengemukakan pertanyaan-pertanyaan berikut untuk menolong mencari fokus permasalahan.
• Apa yang sekarang sedang terjadi?
• Apakah yang sedang berlangsung itu mengandung permasalahan?
• Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasinya?
• Saya ingin memperbaiki . . .
• Saya mempunyai gagasan yang ingin saya cobakan di kelas . ..
• Apa yang dapat saya lakukan dengan hal semacam itu?
Apabila pertanyaan-pertanyaan di atas diperhatikan, dan guru atau dosen menemukan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di kelas, maka benarlah guru atau dosen telah menemukan fokus permasalahan untuk penelitian kelas. Bersiap-siaplah untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya. Sebagai contoh, ada beberapa kemungkinan dalam permasalahan yang ditemukan terjadi dalam aspek-aspek pembelajaran seperti:
• Suasana kelas yang kurang mendukung kelancaran proses belajar mengajar.
• Metode pembelajaran yang kurang tepat untuk membahas pokok kajian.
• Buku teks yang tidak mendukung.
• Media pembelajaran yang tidak ada atau kurang.
• Sistem penilaian yang tidak sesuai, dan aspek lain yang mungkin dinilai kurang.
Sebagai contoh, salah satu masalah yang disebutkan di atas ialah sistem penilaian yang kurang tepat sehingga mengganggu proses belajar peserta didik. Hal ini perlu dipikirkan sebagai suatu permasalahan yang mungkin dapat diperiksa melalui tindakan karena memang hal itu tercakup dalam bidang Penelitian Tindakan Kelas, dan guru berpendapat juga bahwa sistem penilaian itu perlu diperbaiki.
Untuk lebih menjelaskan bagaimana mengidentifikasi dan mencari permasalahan dan kemudian dipilih guru atau dosen sebagai fokus masalah yang akan dijadikan bidang penelitian, berikut ini beberapa contoh:
1. Pengembangan model teknik non-tes bentuk inkuiri dalam evaluasi hasilbelajar bahasa Indonesia di kelas 5 SD.
2. Upaya meningkatkan keterampilan menulis paragraf induktuf melalui pendekatan cooperative learning
3. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam berbicara melalui pembelajaran isu-isu kontroversial
4. Pendekatan inkuiri dalam pembelajaran membaca pemahaman sebagai upaya untuk menigkatkan proses belajar mengajar dan prestasi akademik mahasiswa
Banyak hal dalam aspek-aspek yang disebut di atas yang dapat secara terinci terus dikembangkan menjadi fokus permasalahan.

Sumber masalahnya dari mana datangnya? Sumber masalah penelitian bisa muncul dari tiga hal (Ranjit Kumar, 1996):
1. Masalah Yang Ada di Manusianya Sendiri (People and Problem)
Kita harus hati-hati supaya tidak terjebak ke masalah di sekitar manusia yang bukan penelitian. Tapi juga jangan "saklek”, karena masalah manusia yang tadinya bukan masalah penelitian bisa kita "goyang sedikit" menjadi masalah penelitian. Contoh, mahasiswa punya masalah pokok yaitu "kekurangan uang". Ini bisa kita "konversi" menjadi masalah penelitian misalnya menjadi :
• Mendeteksi raut muka mahasiswa bokek dengan face recognition system
• Model bisnis di Internet dengan modal kecil untuk mahasiswa
2. Masalah di Cara, Teknik dan Struktur Kerja (Program)
Teknik dan struktur kerja yang bermasalah tentu juga bisa menjadi masalah penelitian. Contoh, dosen-dosen saking sibuknya ternyata kesulitan menemukan satu waktu yang pas untuk meeting bulanan di universitas. Nah ini jadi masalah penelitian, approachnya nanti kita bisa kembangkan satu aplikasi scheduling dengan sedikit sistem pakar didalamnya yang secara otomatis memberikan beberapa alternatif waktu meeting yang pas untuk semua. Masalah lain misalnya, sistem informasi manajemen di universitas kita ada masalah. Nggak bisa online bekerjanya dan nggak sesuai dengan business process sebenarnya yang dilakukan oleh para staff dalam mengelola administrasi sekolah. Nah software dan sistem ini kita perbaiki supaya sesuai dengan yang dibutuhkan. Sistem parkir di Mal yang tidak bisa mendeteksi mana area parkir yang kosong, bisa jadi masalah penelitian yang menarik juga.
3. Fenomena yang Terjadi (Phenomenon)
Fenomena yang ada di sekitar kita juga bisa menjadi masalah penelitian yang menarik. Contoh, fenomena bahwa situs portal yang dikembangkan di perusahaan-perusahaan ternyata sepi pengunjung. Nah ini adalah sebuah fenomena, untuk meningkatkan traffic, misalnya bisa dengan memainkan bebrapa teknik supaya search engine mau menengok situs kita, ini sering disebut dengan Search Engine Optimization. Nah dari sini kita sudah dapat judul: "Mengembangkan situs portal traffic tinggi dengan teknik Search Engine Optimization (SEO)”. Fenomena lain lagi, proses pendeteksian golongan darah untuk skala besar (massal) misalnya untuk seluruh mahasiswa universitas yang mencapai 5000 orang ternyata memakan waktu yang sangat lama. Ini sebuah fenomena, kita beri solusi dengan software sistem yang menggunakan beberapa teknik artificial intelligence yang memungkinkan pendeteksian golongan darah ini. Sehingga 5000 orang bisa kita proses dalam beberapa jam misalnya.

C. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah berbeda dengan masalah. Kalau masalah merupakan kesenjangan antara yang di harapkan dengan yang terjadi, maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Namun demikian terdapat kaitan erat antara masalah dengan rumusan masalah, karean setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah.

Sebelum diuraikan bagaimana merumuskan masalah penelitian, terlebih dahulu akan dibahas apa yang dimaksud dengan masalah. Masalah adalah kesenjangan (gap) antara harapan dengan kenyataan, antara apa yang diinginkan atau yang dituju dengan apa yang terjadi atau faktanya. Kembali kepada contoh judul penelitian tersebut diatas, itu bersumber kepada masalah penelitian yang ada, yakni kesenjangan antara harapan (imunisasi polio pada anak akan selalu berkesinambungan memperoleh imunisasi polio I, polio II dan polio III), tetapi kenyataannya atau yang terjadi tidak demikian (sebagian besar dari anak balita hanya memperoleh imunisasi polio I saja). Contoh lain adalah penyuluhan dan kampanye tentang posyandu di Indonesia telah meluas. Berbagai media dan cara telah dilakukan baik oleh instansi kesehatan maupun diluar kesehatan, baik oleh petugas maupun masyarakat sendiri.
Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan posyandu menjadi milik masyarakat dan dimanfaatkan, dikembangkan dan dipelihara oleh masyarakat. Tetapi dari hasil penelitian Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM-UI pada tahun 1990, baru sekitar 40% masyarakat mengembangkan, memelihara dan memanfaatkan posyandu. Disinilah adanya kesenjangan atau gap dan inilah masalah penelitian. Mengenai bagaimana memilih masalah penelitian yang baik, pada uraian-uraian sebelumnya telah dijelaskan. Memilih masalah penelitian yang baik dan yang akan digunakan untuk kepentingan program maupun untuk kepentingan penulisan ilmiah dapat digunakan kriteria-kriteria yang akan diuraikan dalam bab lain. Merumuskan masalah penelitaian ini dapat dilakukan dalam bentuk pernyataan (problema statement) dan juga dalam bentuk pertanyaan (research question). Contoh : Posyandu di wilayah Kabupaten Bogor sudah merata, hampir tiap RW telah mempunyai posyandu. Penyuluhan-penyuluhan tentang imunisasi telah berjalan dengan baik di posyandu-posyandu. Namun angka drop out imunisasi polio masih tinggi, sekitar 75%. Hal ini berarti, kesinambungan imunisasi polio bagi anak balita di Kabupaten Bogor tersebut rendah.
Dari pernyataan penelitian ini kemudian dapat dilanjutkan dengan pertanyaan penelitian : a. Mengapa kesinambungan imunisasi polio bagi anak balita di Kabupaten Bogor rendah (mengapa angka drop out imunisasi polio tinggi) ?
b. Faktor-faktor apa yang menyebabkan atau mempengaruhi ketidaksinambungan
imunisasi polio bagi anak balita di Kabupaten Bogor ?

D. BENTUK-BENTUK RUMUSAN MASALAH PENELITIAN
Seperti telah dikemukakan bahwa rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian ini di kembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi. Bentuk masalah dapat dikelompokkan kedalam bentuk masalah deskriptif, komparatif, dan asosiatif.

a. Rumusan masalah Deskriptif
Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variable atau lebih ( variable yang berdiri sendiri ). Jadi dalam penelitian ini penelitian tidak membuat pernamdingan variable itu pada sampel yang lain, dan mencari hubungan variable itu dengan variable yang lain. Penelitian semacam ini untuk selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif.

Contoh rumusan masalah deskriptif :
1. Seberapa baik kinerja Departemen Pendidikan Nasional ?
2. Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negri Berbadan Hukum ?
3. Seberapa tinggi efektivitas kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia ?
4. Seberapa tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah di bidang pendidikan ?
5. Seberapa tinggi tingkat produktivitas dan keuntungan financial Unit Produksi pada Sekolah-sekolah Kejuruan ?
6. Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari murid-murid sekolah di Indonesia ?

Dari beberapa contoh di atas terlihat bahwa setiap pertanyaan penelitian berkenaan dengan satu variable atau lebih secara mandiri ( bandingkan dengan masalah komparatif dan asosiatif ).

Peneliti yang bermaksud mengetahui kinerja Departemen Pendidikan Nasional, sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi berbadan hokum, efektifitas kebijakan MBS, tingkat produktivitas dan keuntungan financial Unit Produksi pada Sekolah-sekolah Kejuruan, minat baca dan lama belajar rata-rata per hari murid-murid sekolah di Indonesia adalah contoh penelitian deskriptif.

b. Rumusan Masalah Komparatif
Rumusan komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan suatu variable atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.

Contoh rumusan masalah komparatif :
1. Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah negeri dan swasta ? ( variable penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel yaitu sekolah negeri dan swasta )
2. Adakah perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di Kota dan di Deasa ?
( satu variable dua sampel )
3. Adakah perbedaan, motivasi belajar dan hasil belajar antar murid yang berasal dari keluarga Guru, Pegawai Swasta, dan Pedagang ? ( dua variable tiga sampel )
4. Adakah perbedaan kompetensi professional guru dan kepala sekolah antara SD, SMP, dan SLTA ? ( satu variable untuk dua kelompok, pada tiga sampel )
5. Adakah perbedaan daya tahan berdiri pelayan took yang berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan dan Sekolah Menengah Atas ? ( satu variable dua sampel )
6. Adakah perbedaan produktivitas karya ilmiah antara Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta ? ( satu variable dua sampel )

c. Rumusan Masalah Asosiatif
Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variable atau lebih. Terdapat tiga bentuk hubungan yaitu :

1. Hubungan Simetris
Hubungan simetris adalah suatu hubungan antara dua variable atau lebih yang kebetulan munculnya bersamaan. Jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif.
Contoh rumusan masalah adalah sebagai berikut :
a. Adakah hubungan antara jumlah es yang terjual dengan jumlah kejahatan terhadap murud sekolah ? ( variable pertama adalah penjual es dan ke dua adalah kejahatan ). Hal ini berarti yang menyebabkan jumlah kejahatan bukan karena es yang terjual . mungkin logikanya adalah sebagai berikut : pada saat es banyak terjual itu pada musim liburan sekolah, pada saat murid-murid banyak yang piknik ke tempat wisata. Karena banyak murid yang piknik maka di situ banyak kejahatan.
b. Adakah hubungan anatara rumah yang dekat rel kereta api dengan jumlah anak ?
c. Adakah hubungan antara jumlah payung yang terjual dengan jumlah murid sekolah ?

2. Hubungan Kausal
Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi disini ada variabel independen t(variabel yang mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi), contoh :
a. Adakah pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak ? (pendidikan orang tua variabel independen dan prestasi belajar variabel dependen)
b. Seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala SMK terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan? (kepemimpinan variabel independen dan kecepatan memperoleh pekerjaan variabel dependen)
c. Seberapa besar pengaruh tata ruang kelas terhadap efisiensi pembelajaran di SMA ?

3. Hubungan interaktif/resiprocal/timbal balik
Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Di sini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen. Contoh :
a. Hubungan antara mativasi dan prestasi belajar anak SD di Kecamatan A. Di sini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat mempengaruhi motivasi.
b. Hubungan anatara kecerdasan dengan kekayaan. Kecerdasan dapat menyebabkan kaya, demikian juga orang yang kaya dengan meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi.

E. CARA MERUMUSKAN MASALAH
1. Permasalah adalah kesenjangan (gap) antara das sollen (apa yang seharusnya) dan das sein ( apa yang ada)
2. Uraikan pendekatan konsep untuk menjawab masalah yang diteliti, hipotesis yang akan diuji atau dugaan yang akan dibuktikan. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan defenisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian.
3. Telah memunculkan konsep-konsep tertentu. Misal: attitudes, social distence, effectiveness, credibility, dll.
4. Sumber permasalahan dapat diperoleh dari :
a. Bacaan : jurnal, laporan hasil penelitian, skripsi, tesis, disertasi, buku teks, internet, dll.
b. Seminar, lokakarya, diskusi, dll.
c. Pernyataan pemegang otoritas
d. Pengamatan
e. Pengalaman
f. Intuisi, dll

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih permasalahan :
1. Masalah harus memberi sumbangan pada pengembangan ilmu atau untuk kepentingan praktis
2. Biaya, waktu, tenaga, sarana dan prasarana yang tersedia
3. Bekal kemampuan teknis
4. Penguasaan metode yang diperlukan


Rumusan masalah disusun dengan memperhatikan :
1. Sebaiknya dalam bentuk kalimat tanya
2. Hendaknya informasi (pada makna)
3. Memberi petunjuk untuk pengumpulan datanya
Dalam memformulasikan atau merumuskan masalah, kiranya peneliti perlu memperhatikan beberapa ketentuan yang biasanya berlaku yaitu dengan memperhatikan:
1. aspek substansi;
2. aspek formulasi; dan
3. aspek teknis.
Dari sisi aspek substansi atau isi yang terkandung, perlu dilihat dari bobot atau nilai kegunaan manfaat pemecahan masalah melalui tindakan seperti nilai aplikatifnya untuk memecahkan masalah serupa/mirip yang dihadapi guru, kegunaan metodologik dengan diketemukannya model tindakan dan prosedurnya, serta kegunaan teoritik dalam memperkaya atau mengoreksi teori pembelajaran yang berlaku. Sedang dari sisi orisinalitas, apakah pemecahan dengan model tindakan itu merupakan suatu hal baru yang belum pernah dilakukan guru sebelumnya. Jika sudah pernah berarti hanya merupakan pengulangan atau replikasi saja.
Pada aspek formulasi, seyogyanya masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat interogatif (pertanyaan), meskipun tidak dilarang dirumuskan dalam bentuk deklaratif (pernyataan). Hendaknya dalam rumusan masalah tidak terkandung masalah dalam masalah, tetapi lugas menyatakan secara eksplisit dan spesifik tentang apa yang dipermasalahkan.
Dan aspek teknis, menyangkut kemampuan dan kelayakan peneliti untuk melakukan penelitian terhadap masalah yang dipilih. Pertimbangan yang dapat diajukan seperti kemampuan teoritik dan metodologik pembelajaran, penguasaan materi ajar, kemampuan metodologi penelitian tindakan, kemampuan fasilitas untuk melakukan penelitian seperti dana, waktu, tenaga, dan perhatian terhadap masalah yang akan dipecahkan. Oleh karena itu, disarankan untuk berangkat dari permasalahan sederhana tetapi bermakna, guru dapat melakukan di kelasnya dan tidak memerlukan biaya, waktu, dan tenaga yang besar.
READ MORE - MASALAH, MERUMUSKAN MASALAH, dan CONTOH RUMUSAN MASALAH
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
Buat temen-temen yang mungkin kesulitan dan ingin bertanya masalah pekerjaan rumah atau tugas nya, kita bisa SHARE disini :):) sebisa mungkin saya akan membantu :) silahkan Chat with me di Yahoo Messanger :):) Jangan sungkan ya, saya gak gigit koq :):)

Kontributor

Arsip Blog

Pengikut